Menjadi ibu rumah tangga
merupakan tantangan tersendiri buat saya. Di era milenial sekarang, mau dong,
jadi ibu rumah tangga tapi tetap produktif bisa menghasilkan uang, bisa tetap
kerja dari rumah alias jadi freelancer.
Setidaknya ilmu semasa kuliah tetap bisa dipakai meski nggak harus kantoran,
biar otak nggak tumpul juga, hehe. Ibu rumah tangga yang nyambi jadi freelancer sepertinya bukan saya saja,
teman-teman juga pasti banyak yang senasib dengan saya. Saya memang bukan
penulis hebat, pun bukan editor kelas kakap, saya hanya suka menulis beberapa
LKS dan buku tematik untuk penerbit di Jakarta, beberapa kali nulis buku
pelajaran, nulis buku resep dan sebagian resepnya saya share di blog ini, nulis
naskah penunjang pelajaran, serta beberapa kali ngedit banyak naskah. Waktu 24
jam rasanya tidak cukup untuk mengurus segala keperluan rumah tangga plus
kerjaan sampingan, belum lagi ketemu dengan urusan nyetrika, nyuci baju, nyuci
piring, ngepel, nyiapin makanan untuk seluruh keluarga, masak, mandiin bocah, nyuapin
anak-anak kecuali si cikal yang sudah mandiri, nemenin anak ngerjain PR,
termasuk selalu berhadapan dengan deadline.
Sejak tidak menggunakan
asisten rumah tangga lagi dari 4 tahun terakhir ini karena pindah tempat
tinggal ke Cimahi, semua pekerjaan rumah saya dan suami yang mengerjakan.
Karena kerjanya sama-sama di rumah, suami tidak segan-segan untuk bantu mencuci
piring, mencuci baju, masak nasi, atau pegang anak-anak dulu kala saya
direpotkan dengan si bungsu yang masih menyusu. Apalagi karena saya sempat
kecapean dan beberapa kali sakit, sekarang suami yang ambil alih untuk mencuci
baju, saya yang nyetrika. Itu sangat membantu dan meringankan tugas saya.
Tugas ibu rumah tangga itu
banyak tantangan. Tantangannya adalah bagaimana caranya agar semua pekerjaan
itu bisa beres dengan aman sentosa. Jujur aja sih, tantangan terbesar buat saya
adalah ketika mepet deadline, suka dihadapkan pada situasi di luar kendali, komputer
tiba-tiba sering ngehang-lah, si bungsu yang rewel terus, yang tadinya
anteng-anteng aja tetiba minta digendong terus, si cikal yang banyak PR, baju yang belum
disetrika numpuk segunung di pojokan rumah, deadline beres tidak sesuai
ekspektasi awal, ujung-ujungnya ngaret setor kerjaan, ah, bawaannya pengen nyakar-nyakar tembok,
haha. Bahkan dulu, ada klien yang sudah order naskah tematik 3 kelas, dengan
kejadian serupa di atas adanya hal-hal tak terduga, dia membatalkan kerjasama
karena kerjaan tidak diserahkan tepat waktu katanya. Sedih sudah pasti, kan
lumayan, 3 naskah tematik bisa untuk biaya hidup selama 2 bulan. Mungkin bukan
rejeki saya, ya sudah ambil hikmahnya sekalian introspeksi diri apa yang harus
diperbaiki. Yakin, rejeki sudah Allah atur.
Tantangan lainnya yang jadi
prioritas adalah bagaimana caranya di rumah tetap bisa kerja tapi juga tetap
bisa fokus mengurus dan mengasuh ketiga buah hati yang sedang dalam masa
pertumbuhan dan perkembangan. Kata orang Sunda mah, usia anak saya ‘nuju
meujeuhna’, lagi masa cape-capenya, jarak usia anak-anak masing-masing 4 tahun,
yang cikal 9 tahun, anak kedua Mei ini 5 tahun, dan si bungsu Juni tahun ini
genap 1 tahun. Dari segala hiruk pikuk pekerjaan dan tetek bengek rumah tangga,
saya wajib memiliki me time, setiap
hari. Tak perlu pergi keluar rumah, setiap hari, selalu saya jadwalkan, semua
pekerjaan rumah tangga harus beres sebelum maghrib, dimana anak-anak sudah
makan, cuci piring sudah beres, pukul 7 sudah pada terlelap tidur, waktunya
saya selonjoran di depan tv, ditemani handphone,
cemilan biscuit atau buah, dan baca majalah atau buku. Sebelum pukul 10 malam,
saya kadang masih suka ngecek ulang kerjaan yang dikerjakan di siang hari.
Mengatur Manajemen Waktu
Bersama Keluarga
Biar nggak terulang lagi kejadian
seperti pembatalan order naskah seperti di atas, saya memperbaiki manajemen
waktu yang selama ini dirasa masih berantakan dan pola kerja yang tidak teratur.
Saya dan suami membuat kesepakatan bersama membuat jadwal harian, setiap hari
anak-anak bangun harus jam setengah 5 subuh karena si cikal masuk sekolah pagi
dan jarak sekolah yang lumayan jauh. Sementara suami sendiri paling awal bangun
karena setiap jam 2 pagi, dia pasti sudah melek di depan komputer untuk urusan
kerjaan. Kalau kerja dini hari katanya tenang, pikiran lebih fresh. Jam 4 dia masak air untuk mandi
seluruh keluarga, lanjut masak nasi, tinggal nyalain rice cooker. Setelah si bungsu kenyang menyusu, saya simpan dia di baby box sambil diliatin video dari
YouTube, videonya Upin dan Ipin, Didi & Friends, Angry Bird Blues, Omar
Hana, atau lagu-lagunya PingFong, dengan begitu dia akan asik sendiri sambil
gigit-gigitin teether. Si bungsu
anteng, saya bisa leluasa untuk mandi terlebih dahulu, lalu disusul anak-anak.
Sementara suami yang sudah mandi paling awal, dia suka nyiapin sarapan, atau
masakin beberapa menu yang sudah saya siapkan sebelumnya di kulkas, dia tinggal
goreng atau panasin aja, biar lebih praktis dan menghemat waktu. Pukul 6,
anak-anak harus sudah siap makan, ada waktu 30 menit untuk sarapan. Tak lupa,
si cikal selalu bawa bekal dari rumah, entah itu nasi plus lauk pauk, roti,
atau biscuit kesukaannya Julie’s Peanut Butter Sandwich.
![]() |
| Julie’s Peanut Butter Sandwich |
Pukul 6.30, suami dan si cikal
pergi ke sekolah. Saya tetap fokus sama si bungsu dulu. Setelah si bungsu mandi,
makan, dan ada ritual dijemur pagi dulu, dia pasti tidur lagi. Dari situ saya
bisa beres-beres rumah seperti nyuci piring, ngepel, dan jemur pakaian. Sisanya
saya bisa bernapas lega duduk di depan komputer sambil ngasuh anak kedua. Anak
kedua saya, Al, dia sih udah bisa anteng sendiri dengan mainannya hotwheels
berikut tracknya atau asal dikasih pensil, serutan pensil, dan buku gambar,
dijamin dia bakalan asik berjam-jam yang bisa menghasilkan banyak gambar
hayalannya, serta yang nggak boleh absen adalah harus ada cemilan. Dia sih suka
banget sama yang namanya Julie’s Peanut Butter Sandwich sama kaya abangnya.
Selain teh manis hangat, Al suka celupin Julie’s Peanut Butter Sandwich ke susu
coklat atau susu vanilla.
![]() |
| Anak-anak sangat suka Julie’s Peanut Butter Sandwich |
Untuk pekerjaan rumah seperti
nyuci baju dan nyetrika, jadwalnya adalah 2 hari sekali, biar nggak numpuk dan
meminimalisir supaya nggak kecapean. Saya menghindari pekerjaan yang dilakukan
ketika sudah menumpuk baru dikerjakan, ini akan membuat badan kita lelah. Dua
hari sekali nyuci, dirasa cukup efektif. Mau banyak atau sedikit baju yang
kotor, pokoknya jadwal nyuci 2 hari sekali, pun nyetrika. Suami yang nyuci di
pagi hari, saya yang nyetrika. Mencuci baju juga nggak terlalu menguras tenaga,
tinggal nyalakan mesin cuci, suami masih bisa melakukan pekerjaan lainnya.
Berikut ini ada beberapa tips
mengatur waktu bersama keluarga yang saya terapkan di rumah.
![]() |
| Sumber: www.dapurnulekker.blogspot.com |
1. Berbagi tugas dengan suami
Tidak ada salahnya kita
meminta bantuan kepada suami dalam hal penugasan pembagian pekerjaan rumah. Toh,
pekerjaan rumah tangga sesungguhnya adalah pekerjaan bersama, suami dan istri. Saya
bersyukur memiliki suami yang mau berbagi tugas dengan saya. Semua pekerjaan
jadi terasa ringan jika dilakukan bersama-sama.
2. Buat jadwal selama satu minggu
Buat jadwal harian selama satu
minggu. Setelah satu minggu selesai, buat kembali jadwal yang baru, begitu
seterusnya. Jadwal yang disertai waktu pengerjaannya. Jadwal akan membantu kita
mengarahkan kegiatan apa saja yang harus dikerjaan. Kita bisa membuat jadwal
harian selama seminggu layaknya seperti jadwal sekolah. Jadwal ini kita tempel
di dinding supaya keliatan apa saja kegiatan yang akan dikerjakan. Suami dan
istri bisa melihat jadwal ini, jika salah satu lupa bisa saling mengingatkan.
3. Disiplin
Disiplin sangat membantu kita
dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan supaya tepat waktu. Tidak disiplin sama
dengan kita akan kelabakan jika deadline sudah mepet. Disiplin juga membantu
kita menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Aturan disiplin juga
saya terapkan pada anak-anak dari hal kecil, misalnya ketika makan harus duduk,
tidak boleh sambil berdiri apalagi berjalan, kalau mandi dan berpakaian tidak
sambil berlari-larian. Disiplin lainnya, tepat waktu pas jam makan tiba, mandi
pagi serta sore, dan tidur.
4. Multi-tasking
Melakukan dua atau lebih
pekerjaan yang dilakukan satu waktu. Ini sering saya lakukan, misalnya ketika
di siang hari saya kerja depan computer, sekaligus mengasuh dua anak, yang satu
usia 5 tahun dan satunya lagi bayi 9 bulan. Si kakak bisa tetap dipantau selama
dia main dengan mainannya dan menerima segala celotehannya, sementara si bungsu
bisa disimpan di baby walker sambil
liatin emaknya ngetik. Kerja bisa, ngasuh bisa.
5. Quality time bersama keluarga
Di sore hari ketika jadwal
mandi selesai sekitar pukul 4, biasanya kita semua kumpul sambil berceloteh. Si
cikal yang suka saya tanya senang atau tidak hari ini di sekolah pasti cerita,
Kakak Al super cerewet yang selalu bersemangat kalau sudah nunjukin hasil
gambarnya, serta melihat tingkah lucu si bungsu yang sudah bisa duduk sendiri,
serta suami yang selalu menggoda anak-anak untuk bermain. Di saat seperti
inilah, canda tawa kita yang selalu ngangenin, ditambah pelengkap cemilan yang super
enak dong sudah pasti, Julie’s Peanut Butter Sandwich.
![]() |
| Camilan tepat pada saat quality time |
Suami paling suka kalau
cemilan yang satu ini ditemani dengan secangkir kopi. Sementara si cikal suka
dicelup ke teh manis, kalau saya sendiri cukup air putih, karena menurut saya
biscuit ini peanut butternya udah enak banget, nggak perlu tambahan apa-apa
lagi. Quality time bersama keluarga
bisa juga dijadwalkan untuk menyempatkan waktu pergi keluar rumah di hari week end, cari tempat bermain yang
disukai anak-anak atau pergi berkunjung ke rumah saudara.
6. Istirahat yang cukup
Bagaimanapun kita ini manusia,
ada capenya, perlu istirahat agar badan tetap memiliki stamina yang kuat dan
harus tetap sehat supaya bisa terus produktif.
7. Luangkan Waktu untuk Me Time
Jadi ibu rumah tangga dengan
segudang aktivitas membutuhkan stamina dan kesabaran super. Seringkali saking
sibuknya ngurus segala keperluan rumah tangga, jadi suka lupa dengan kebutuhan
waktu untuk diri sendiri. Siapa pun, sebetulnya membutuhkan me time, saya sebagai ibu rumah tangga,
pun suami sebagai kepala keluarga. Me
time bisa mendatangkan banyak manfaat buat kita, termasuk saya. Tanpa me time, hidup akan terasa membosankan,
tidak bahagia, dan bisa memicu stress. Me time masuk dalam jadwal harian kami
yang wajib ada setiap hari. Me time
buat saya mah bisa duduk selonjoran
atau meluruskan pinggang sekitar 30 menit sampai satu jam-an tanpa gangguan
krucil itu udah nikmat banget. Biasanya ya setelah jam malam anak-anak sudah
terlelap tidur. Emaknya kan bisa nyantai sejenak sambil kepoin sosmed,
whatsapp-an sama teman, update
informasi terkini, intip-intip LamTur, hihi, atau nonton sinetron di televisi. Selain
itu, mendengarkan music favorit di ruang kerja atau bisa duduk santai di ruang
baca sendirian enak juga dan ini adalah tempat favorit saya untuk me time.
![]() |
| Me time itu simpel. Lakukan sesuatu yang kita sukai dan membuat hati kita bahagia walaupun waktu yang dimiliki hanya sebentar.Sumber: www.dapurnulekker.blogspot.com |
Salah satu me time lainnya adalah bisa nginep
sebulan sekali di rumah mamah, tanpa suami, hehe. Jadi, suami di rumah aja,
biar istrinya senang-senang dulu sebentar. Di rumah mamah, ada suasana
kekeluargaan yang kuat. Saya bisa bercerita banyak dan curhat sama mamah
tentang apa saja sekaligus mamah juga bisa lebih dekat dengan cucu-cucunya
karena jarang ketemu. Saya juga biasa membawa buah tangan buat mamah, bapak,
adik, keponakan-keponakan, dan keluarga lainnya. Saya bawa buah tangan biskuit
Julie’s Peanut Butter Sandwich untuk mamah dan beliau sangat menyukainya. Kata
mamah, Julie’s Peanut Butter Sandwich itu rasanya bikin ketagihan dan nggak
bikin khawatir kalau makan banyak-banyak karena kandungan kalorinya rendah.
Untuk kumpul bareng komunitas,
yang sekiranya bisa bawa baby atau
anak kecil, saya pasti ikut. Jika tidak diperbolehkan, saya memilih absen,
untuk saat ini, karena prioritas utama saya adalah masih anak-anak. Di era
jaman now, menjalin komunikasi dengan
teman-teman, keluarga itu mudah. Sebetulnya tanpa bertatap muka secara
langsung, dengan kemajuan teknologi kita bisa menggunakan sosial media untuk
berinteraksi melalui Twitter, blog, Facebook, Instagram, ada aplikasi BBM,
WhasApp, pun bisa video call, semuanya bisa dilakukan dan serba praktis.
Julie’s Peanut Butter Sandwich,
Cemilan Sehat dan Lezat
Berhubung saya sekeluarga
penggemar peanut butter, Julie’s
Peanut Butter Sandwich sudah pasti jadi incaran cemilan favorit kami yang
paling dicari tiap ke minimarket. Julie’s Peanut Butter Sandwich enak dinikmati
untuk segala suasana, mau dimakan kapan dan dimana pun oke punya. Peanut butter
memiliki banyak manfaat, loh. Menjadi temannya minum kopi, susu, air putih,
atau teh manis tak masalah, menjadi pendamping di saat jalanan macet, menjadi
sajian untuk tamu yang datang ke rumah, atau menjadikannya buah tangan untuk
orang tersayang always good, bahkan
untuk dijadikan kado ulang tahun pun bisa.
![]() |
| Sumber: www.dapurnulekker.blogspot.com |
Nah, gimana kalau makan
Julie’s Peanut Butter Sandwich ini banyak-banyak? Tidak masalah. Kudapan ini
rendah kalori, kemasannya pun praktis. Julie’s Peanut Butter Sandwich itu crunchy alias renyah tapi ketika digigit
nggak bikin berantakan kemana-mana, rasanya enak, tapi juga ada kandungan
nutrisinya, dan yang pasti bersertifikat halal. Sangat aman dikonsumsi oleh
kaum muslim.
![]() |
| Sumber: www.dapurnulekker.blogspot.com |
![]() |
| Sertifitkat halal |
Lomba Foto Berhadiah dari
Julie’s Peanut Butter Sandwich
Pada penasaran dengan
kelezatan Julie’s Peanut Butter Sandwich? Buruan deh pada beli di Indomaret
Julie’s Peanut Butter Sandwich kemasan 90 gram, saya beli harganya sangat
terjangkau, Rp 8500, kebetulan sekarang lagi ada promo beli dua dapat 1. Jangan
lupa struknya disimpan sebagai barang bukti nanti kalau jadi ikutan lomba foto
dari Julie’s Peanut Butter. Abadikan momen serumu dengan tema Buah Tangan
#PenuhCintaDariJulies lalu upload ke Instagram atau fanpage Julie’s Peanut
Butter. Selain bisa ngerasain enaknya Julie’s Peanut Butter Sandwich, kamu juga
bisa berkesempatan memenangkan hadiahnya. Hadiahnya bikin ngiler. Ini dia
hadiahnya:
- Juara 1: mendapatkan 1 pcs Modena Microwave senilai Rp 5.000.000 + Shopping voucher senilai Rp 1.000.000 dan paket produk
- Juara 2: mendapatkan cooking set senilai Rp 2.000.000 + shopping voucher Pr 1.000.000 dan paket produk
- 10 pemenang hiburan mendapatkan shopping voucher senilai masing-masing Rp 250.000 dan paket produk
Kamu harus menceritakan kepada
siapa kamu akan berbagi Julie’s Peanut Butter Sandwich dan sertakan tagar
#BuahTanganPenuhCintaDariJulies. Upload foto kreasimu ke Instagram @julies.ind
atau mengunggahnya ke Facebook di Fanpage Julie’s Peanut Butter:Julie’s
Indonesia. Untuk syarat dan ketentuan lainnya, kamu bisa lihat di sini; http://bit.ly/BuahTanganPenuhCintaDariJulies
Ayo, jangan sampai melewatkan
kesempatan emas ini, saya juga mau ikutan ah, siapa tahu beruntung J









