Dulu, waktu belum punya anak,
menghabiskan liburan itu bisa cuma dateng aja ke mall pas ada obral atau diskon
gede, atau sekedar makan-makan di foodcourt, jalan-jalan ke toko buku, atau
nonton film di bioskop bareng si Cinta, hehe. Pernah juga sih ke Dufan bareng
suami di awal-awal pernikahan, masih berani naik Kora-Kora, arung jeram,
pontang-pontang, halilintar, niagara gara, ontang anting, kicir-kicir, tornado,
mau jalan kesana mau jalan kesini nggak ada masalah, yang penting ada uangnya
dan kitanya sedang dalam keadaan sehat kalau hendak jalan kemana. Mau makan
di mana pun nggak terlalu dipusingkan, dimana saja hayu aja.
![]() |
| Liburan ke Dufan saat belum ada anak |
Nah, liburan waktu belum ada
anak dengan adanya anak ternyata buat saya pribadi nggak mudah karena banyak
yang harus dipersiapkan pas ada anak mah. Kalau pas liburan berdua dengan suami
kan nggak perlu pusing mikirin mau makan dimana kalau pergi ke tempat apa,
makan mie ayam di pinggir jalan aja no problemo istilahnya. Tapi, begitu bawa
anak, saya nih termasuk tipe ibu yang pasti mikirin nih anak nanti makan siang-malamnya
apa, makan di mana, aman nggak, anaknya suka nggak, termasuk harganya juga jadi
pertimbangan *maklum, emak-emak super irit, hihi, dan yang pasti anak jangan
sampai telat makan.
Kalau pilihan makan itu jatuhnya di restoran junk food atau fast food, aduh nggak deh, saya ingin anak saya sehat-sehat aja,
tubuhnya jangan sampai terkontaminasi makanan aneh-aneh yang nggak sehat di
kemudian harinya. Kalaupun mau makan di restoran harus mencari restoran
yang makanannya aman buat anak. Jadi ingat ketika beberapa tahun yang lalu saya berobat ke
dokter spesialis penyakit dalam, kebetulan maag saya sedang kambuh, di klinik
tersebut ada pasien anak kecil yang sedang diinfus, kata dokter sih, anak ini
terserang batu empedu sebesar 8 cm, padahal usianya masih balita, baru berusia
4 tahun setengah, harus dirujuk ke rumah sakit supaya bisa dioperasi, batu
empedunya harus diangkat, kalau tidak akan berbahaya untuk empedunya.
“Duh, kok bisa sih Dok, anak
balita terserang batu empedu?” tanya saya penasaran. Kata dokter, menurut
penjelasan dari orangtuanya yang super sibuk karena dua-duanya bekerja, si anak
diasuh sama baby sitter, dan kebetulan anak ini doyan banget sama makanan cepat
saji dari restoran terkenal, terutama fried chicken dan french fries, hampir
setiap hari orangtuanya selalu delivery order agar anaknya mau makan, kalau
nggak pesan makanan ini anak tersebut ogah makan. Orangtuanya berpikir ya
mungkin nggak masalah memberikan makanan favorit anaknya, tapi mereka tidak
berpikir jauh apa akibat yang akan ditimbulkan jika terus-terusan mengonsumsi
fast food. Dokter juga bilang, makanan yang digoreng dalam minyak banyak dan
panas, lalu dipakai berulang-ulang akan menjadi minyak trans, minyak yang jahat
buat kesehatan tubuh. Bisa berbahaya untuk kesehatan jantung, ginjal, empedu, hati,
lambung, dan organ lainnya. Belum lagi efek lainnya bisa terkena diabetes atau
tekanan darah tinggi. Terang saja mendengar penjelasan dokter ini bikin saya
tambah waspada alias hati-hati dalam memberikan makanan pada anak.
Mamah saya sendiri suka
bilang, “Anak tuh jangan segala dipantrang, makan ini nggak boleh makan itu
nggak boleh, brasbres weh meh kuat tubuhna (maksudnya makan apa sajalah yang
masuk biar tubuhnya kuat.” Kalau dibilang sayanya yang terlalu lebay dalam
memilih makanan buat anak mungkin iya, mungkin juga sayanya yang tergolong
picky eater buat si kecil. Bukan bermaksud segala melarang ini itu juga buat
dimakan, hanya saja kita harus aware terhadap makanan yang masuk ke tubuhnya. Buat
anak mah apalagi buat gaya hidup sehat saya akan memberikan makanan yang
terbaik apalagi pada momen liburan, jangan sampai fokus pada tempat liburannya
sementara asupan makanannya nggak diperhatikan. Bukankah melihat pertumbuhan
dan perkembangan si kecil dengan sehat dan ceria itu bahagia yang tak bisa
dibayar oleh apapun? Dari sanalah, setiap saya bepergian kemana pun, saya lebih
baik bersusah payah dulu menyiapkan menu makanan perbekalan si kecil yang
dibuat sendiri alias homade. Rasanya lebih tenang, jika ada makanan yang
digoreng, cukup menggunakan minyak sekali pakai, perhatikan juga asupan sayuran
dan buah-buahannya, jangan sampai dikasih cemilan berupa snack dengan kandungan
MSG yang tinggi.
Kita bisa berkreasi dengan
sayuran dan buah-buahan ini, bisa disisipkan menjadi camilan atau dijadikan
puding. Sebelum berlibur, camilan ini bisa kita persiapkan beberapa hari
sebelumnya dan menyimpannya di kulkas. Obat panas menjadi benda wajib yang
harus dibawa karena kita nggak pernah tahu kapan demam akan datang, secara
demam suka tiba-tiba muncul.
Empat tahun lalu sih pernah
ngajak liburan si cikal ke Ancol. Barang yang saya siapkan ketika berlibur
waktu itu adalah baju ganti, obat panas, dan bekal yang cukup buat anak, karena
ke Ancol memang rencananya pulang pergi, Bandung-Jakarta saja, nggak sampai
nginep. Untuk pertama kalinya dia ke Seaworld, melihat ikan laut sampai
terbengong-bengong saking takjubnya, siang harinya makan di Bandar Djakarta,
kepiting lada hitam juaranya di tempat makan ini, sore harinya ke pantai
melihat matahari terbenam, so sweet ....
![]() |
| Waktu liburan ke Ancol bareng si cikal, Arezky |
Kini, liburan buat anak-anak
nggak perlu pergi ke tempat jauh. Mereka seringnya minta main ke taman, melihat
anak-anak berlarian naik turun tangga atau sekedar menyaksikan air mancur yang
muncul di jam-jam tertentu, main ke lapangan Alun-alun, ke mall maen mandi bola dengan
syarat tetap menomorsatukan kebersihan arena bermain, atau cukup menghabiskan waktu
liburan di rumah aja nggak kemana-mana. Di rumah kita bisa nonton DVD film
favorit, bikin
kue, atau masak menu hasil request anak-anak dan suami. Yang penting kualitas liburan dari
segala rutinitaa--rutinitas yang membosankan, saatnya meluangkan waktu bersama anak-anak, sisihkan
dulu gadget, laptop, dan pekerjaan rutin.
“Mih, Aa lagi bosen nih di
rumah, Senin sampai Jumat kan belajar terus, pengen liburan dong hari Sabtu
atau Minggu, maen ke yang dekat-dekat aja, pengennya ke Alun-alun Bandung atau
nginep di rumah nenek di Antapani,” rengek si cikal suatu hari.
“Ke Alun-alun boleh tuh, hari
Sabtu ya, biar di sananya juga ramai kalau malam Minggu, di Jalan Asia Afrika
suka banyak orang juga yang lagi maen,” ujar saya seraya mengiyakan.
“Asiiik ke Alun-alun, jangan
lupa sambil bawa bola dan bekal ya, Mih, nanti kita botram juga di sana,”
pintanya.
“Siaaappp, Kapten! Mudah-mudahan
cuacanya lagi bagus ya, nggak ujan, kalian juga pada sehat, semuanya sehat biar
bisa main. Kalau ada salah satu yang sakit kan bisa dipending lagi kaya minggu
lalu, badan Aa-nya demam, eh Al giginya sakit karena gigi gerahamnya tumbuh. Oh
iya, Aa sama adek maunya bekal apa? Kita liat foto-foto makanan yang pernah
kita buat yuk, ntar Mamih tinggal eksekusi masak,” jawab saya semangat. Saya
memang sengaja selalu mendokumentasikan foto-foto makanan buat anak-anak. Hal
ini dimaksudkan biar mereka tinggal pilih lagi mau menu apa, kalau nggak ada
foto banyakannya sering lupa, hihi, kalau liat foto kan tinggal tunjuk aja,
lebih simpel.
“Tenang, Mih, kalau Aa demam terus
dd Al sakit gigi kan tinggal minum Tempra
aja, nggak perlu ke dokter lagi, terus makan sama sayuran dan buah-buahan, sama
banyakin minum air putih, kan panasnya jadi cepet turun. Yuk, ah liat-liat foto
menu Aa yang pernah Mamih bikin, ” jawab Arezky.
![]() |
| Liburan anak-anak yang ceria |
Bekal, botram. Saya memang
selalu menyediakan bekal kalau bepergian main. Riweuh sih (baca: rempong), tapi
balik lagi, saya ingin memberikan makanan sehat dan enak hasil masakan emaknya
yang dimasak dengan penuh cinta dan kasih sayang, dan membiasakan anak-anak
supaya nggak jajan sembarangan, serta selalu belajar hidup hemat. Bekal yang
disiapkan sebaiknya yang memang anak-anak suka. Menu favorit anak-anak saya di
antaranya kroket kentang brokoli, resepnya bisa klik di sini. Ada mie soba saus
teriyaki, ayam panggang bungkus tortila, sate ayam, yaki onigiri, sushi nugget,
nasi goreng dadar selimut, banana chocolate, bakso ayam goreng, beef teriyaki,
chicken tempura, ebi panko, tumis ayam bawang bombay, sandwich ceria, sandwich
telur, roti panggang isi keju selai kacang, selainya dibuat sendiri, resepnya
bisa di klik di sini, dan masih banyak lagi resep lainnya termasuk puding.
Resep menu anak ini baru sedikit yang saya posting di blog, hehe, lain waktu
saya akan share lebih banyak lagi menu anak-anak, ya.
![]() |
| Menu sehat liburan ceria |
Beberapa tips menyediakan menu bekal buat liburan di
antaranya pertama, harus eye catching atau menambah minat anak.
Jatuh cinta pada pandangan pertamalah kata lainnya. Kalau ketika melihat
makanan untuk pertama kalinya aja udah langsung jatuh cinta pasti akan segera
tertarik untuk mencicipinya. Tips kedua adalah menu yang populer di kalangan
anak-anak. Kita bisa memanfaatkan fast
food dan makanan yang sedang trend sebagai ide menyiapkan bekal makanan
buat liburan. Buatlah versi makanan yang sehat, alami, dan enak tentunya. Kita
bisa membuat menu ala-ala bento seperti kesukaan anak-anak saya nih, tetapi
dengan meminimalkan atau menyingkirkan bumbu jadi dan bumbu botolan. Ketiga,
mengenyangkan tapi tidak membuat anak kekenyangan. Usahakan kita tidak
memberikan porsi makanan bekal yang tanggung—kurang dari porsi yang cukup
baginya karena ini hanya akan membuat anak gelisah, marah-marah, dan tidak
puas. Sementara jika porsinya berlebihan sampai anak kekenyangan hanya akan
membuat anak mengantuk nantinya. Duh, berabe kan kalau lagi asik liburan eh anaknya
malah pengen digendong mulu karena mengantuk.
Keempat, makanan harus
bergizi, artinya yang sehat dan alami. Alami disini maksudnya menggunakan
bahan-bahan segar dan menghindari food additieves sintetis. Zat gizi alami
mudah diserap tubuh, sementara zat gizi sintetis tidak mudah terserap oleh
tubuh. Bahayanya memberikan makanan kemasan/botolan/instan/sejenisnya dan
makanan-minuman yang mengandung food additieves sintetis kepada anak, itu
artinya kita telah turut berperan meningkatkan risiko anak kelak mengalami
gangguan kesehatan bersifat degeneratif dini akibat adanya gangguan fungsi
organ cerna. Di antaranya diabetes, hipertensi, hiperlipidemia yaitu kelebihan
kadar kolesterol/tigliserida rendah.
Yang kelima adalah menghindari gula
berlebih. Misalnya dengan membeli donat beli jadi atau roti oles margarin
dengan taburan coklat meises merupakan salah satu tindakan yang kurang
bijaksana. Kalau mau kita bisa membuat donat kentang atau donat ubi karena
donat kentang dibuat dengan bahan utama kentang, sementara tambahan terigu itu
jumlahnya terbatas, terigu hanya berperan sebagai medium ragi untuk
mengembangkan adonan. Perlu kita ketahui nih, asupan gula berlebih tentunya
tidak baik, daya konsentrasi anak akan terganggu, anak juga akan mudah gelisah,
selain membuat anak ketagihan makanan/minuman manis, anak juga sudah pastinya
akan mengalami penurunan kekebalan tubuh. Sehingga nantinya anak akan mudah
sakit, terutama pilek dan demam. Nah, demam ini merupakan pertanda terjadinya
infeksi dalam tubuh.
Tips agar liburan si kecil selalu sehat dan ceria
1. Terapkan pola
makan dan minum yang sehat
Seperti yang
saya jelaskan sebelumnya, beberapa orangtua seringkali memberikan makanan fast food atau junk food karena lebih terkesan gampang, nggak riweuh, tinggal
beli, dan lebih simpel. Buat apa kalau simpel tapi tidak sehat? Ingatlah loh,
Moms makanan dan minuman yang dikonsumsi anak itu akan mempengaruhi kondisi
tubuhnya. Makanan yang mengandung serat yang terdapat pada sayuran dan buah
baik untuk memperlancar sistem pencernaan si kecil. Sebaiknya buat menu perbekalan yang sehat dan mengandung gizi yang seimbang, ada seratnya dari sayuran dan buah, karbohidrat, proteinnya juga. Diskusikan dengan si kecil ingin membuat menu apa jika akan membuat bekal untuk liburan. Kalaupun terpaksa harus makan di restoran pilihlah tempat makan yang ada menu aman buat si kecil. Untuk minum, selalu
sediakan air putih yang cukup untuk si kecil, jangan biasakan anak untuk
mengonsumsi minuman bersoda atau berkadar gula tinggi seperti soft drink atau air sirup. Tahukah Anda bahwa
minuman bersoda jika dikonsumsi secara berlebihan akan mengurangi penyerapan
kalsium dalam tubuh.
2. Istirahat dan
tidur yang cukup
Sebelum
berlibur, usahakan agar kondisi si kecil cukup istirahat dan tidur supaya dia
nggak rewel. Istirahat yang cukup akan membuat anak ceria dan bahagia. Biasanya
kalau anak kurang tidur dia akan cenderung rewel.
3. Selalu
menjaga kebersihan tangan
Jika kita
mengajak anak-anak ke mall, pantai, taman, ke mana pun, anak akan banyak
memegang benda di sekitarnya yang tanpa disadari secara berulang-ulang selalu
disentuh. Sebelum dan sesudah makan, setelah bersin, setelah memegang binatang,
cucilah tangan terlebih dahulu dengan air mengalir, gunakan sabun antiseptic juga
supaya lebih bersih. Sediakan tisu basah juga ketika bepergian, tisu basah bisa
digunakan ketika tak ada air untuk cuci tangan.
4. Usahakan
untuk tidak menyentuh wajah
Menyentuh
wajah sangat rentan terkena virus karena melalui mulut, hidung, atau matalah
virus bisa menular. Menyentuh wajah ditakutkan anak akan tertular jika
bersentuhan dengan orang yang tengah sakit, syukur-syukur sih yang menyentuhnya
sehat ya.
5. Sediakan obat
panas ketika liburan
Beruntung banget punya dokter
anak langganan yang baik hati. Beliau selalu menyarankan saya agar tidak
langsung cepat-cepat membawa anak ke dokter ketika kondisi anak demam. “Berikan
obat penurun panas dulu, pake Tempra deh,
aman banget buat anak, rasanya juga pasti anak-anak suka, ada rasa jeruk ada
rasa anggur, nggak bikin eneg, perhatikan juga asupan makanan yang masuk, harus
ada sayuran dan buah-buahan, karena kondisinya lagi sakit nggak perlu
dipaksakan harus makan banyak, makan dikit-dikit nggak masalah yang penting ada
makanan bergizi yang masuk. Minum air putih yang banyak biar nggak dehidrasi,”
begitu kata dokter. Berhubung anak cikal saya sekarang usianya sudah 7,5 tahun,
dia minum Tempra Forte rasa jeruk, sedangkan
Al karena usianya baru 3,5 tahun, dia minumnya Tempra
rasa anggur. Sekarang mah kalau anak demam nggak pake panik-panik deh, udah
tenang ada Tempra
| Varian rasa Tempra Paracetamol |
Dulu, tiap anak demam, kalau
mamah saya selalu menyarankan agar saya memarut bawang merah, itu pun harus bawang
merah tunggal (sampai sekarang masih belum ngerti dan tahu persis yang bagaimana
yang namanya bawang merah tunggal, hihi) lalu tambahkan sedikit kayu putih atau
minyak telon, balurkan ke seluruh tubuh anak. Teknik ini konon katanya bisa
menurunkan demam pada anak juga. Tapi berdasarkan pengalaman, cara ini tidak
selalu berhasil buat anak saya. Pernah sih berhasil tapi itu pun cuma sekali.
Ujung-ujungnya tetap minum obat penurun panas. Cara lain yang pernah dilakukan
untuk meredakan panas adalah dengan metode skin
to skin, jadi si ibu dan anak saling berpelukan gitu tanpa baju, panas anak
akan transfer ke si ibu, tapi bukan berarti ibunya yang jadi demam, ibunya akan
baik-baik saja. Konon, cara ini terbilang efektif menurunkan panas, ketika anak
dan ibu berpelukan, si anak akan merasakan rasa nyaman dan tenang karena
merasakan detak jantung ibunya dan katanya lagi seorang anak yang sering
mendapatkan pelukan hangat dari orangtuanya akan tumbuh menjadi pribadi yang
lebih mandiri dan penuh percaya diri. Menurut sumber yang saya baca, pelukan
orangtua terhadap anak sebaiknya dilakukan delapan kali per hari, loh
Pernah juga sih melakukan hal
konyol untuk menurunkan panas anak, hihi. Jadi berdasarkan saran dari saudara
yang dari Palembang, dia tuh kalau abis bawa anaknya imunisasi ke dokter,
begitu pulang ke rumah, seluruh baju atasan, bawahan, dan pakaian dalam anak
harus langsung direndam air agak panas, si anak langsung dipakaikan baju ganti,
hal ini supaya anak tidak akan demam seusai imunisasi. Menurutku sih, tentu
saja ini mitos, hehe. Nggak ada hubungannya antara demam dengan merendam
baju si kecil.




