Tampilkan postingan dengan label Tempra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempra. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2016

alt Yuk, Liburan Ceria Dengan Cara Sehat

Dulu, waktu belum punya anak, menghabiskan liburan itu bisa cuma dateng aja ke mall pas ada obral atau diskon gede, atau sekedar makan-makan di foodcourt, jalan-jalan ke toko buku, atau nonton film di bioskop bareng si Cinta, hehe. Pernah juga sih ke Dufan bareng suami di awal-awal pernikahan, masih berani naik Kora-Kora, arung jeram, pontang-pontang, halilintar, niagara gara, ontang anting, kicir-kicir, tornado, mau jalan kesana mau jalan kesini nggak ada masalah, yang penting ada uangnya dan kitanya sedang dalam keadaan sehat kalau hendak jalan kemana. Mau makan di mana pun nggak terlalu dipusingkan, dimana saja hayu aja. 

alt Liburan ke Dufan saat belum ada anak
Liburan ke Dufan saat belum ada anak
Nah, liburan waktu belum ada anak dengan adanya anak ternyata buat saya pribadi nggak mudah karena banyak yang harus dipersiapkan pas ada anak mah. Kalau pas liburan berdua dengan suami kan nggak perlu pusing mikirin mau makan dimana kalau pergi ke tempat apa, makan mie ayam di pinggir jalan aja no problemo istilahnya. Tapi, begitu bawa anak, saya nih termasuk tipe ibu yang pasti mikirin nih anak nanti makan siang-malamnya apa, makan di mana, aman nggak, anaknya suka nggak, termasuk harganya juga jadi pertimbangan *maklum, emak-emak super irit, hihi, dan yang pasti anak jangan sampai telat makan. 

Kalau pilihan makan itu jatuhnya di restoran junk food atau fast food, aduh nggak deh, saya ingin anak saya sehat-sehat aja, tubuhnya jangan sampai terkontaminasi makanan aneh-aneh yang nggak sehat di kemudian harinya. Kalaupun mau makan di restoran harus mencari restoran yang makanannya aman buat anak. Jadi ingat ketika beberapa tahun yang lalu saya berobat ke dokter spesialis penyakit dalam, kebetulan maag saya sedang kambuh, di klinik tersebut ada pasien anak kecil yang sedang diinfus, kata dokter sih, anak ini terserang batu empedu sebesar 8 cm, padahal usianya masih balita, baru berusia 4 tahun setengah, harus dirujuk ke rumah sakit supaya bisa dioperasi, batu empedunya harus diangkat, kalau tidak akan berbahaya untuk empedunya.

“Duh, kok bisa sih Dok, anak balita terserang batu empedu?” tanya saya penasaran. Kata dokter, menurut penjelasan dari orangtuanya yang super sibuk karena dua-duanya bekerja, si anak diasuh sama baby sitter, dan kebetulan anak ini doyan banget sama makanan cepat saji dari restoran terkenal, terutama fried chicken dan french fries, hampir setiap hari orangtuanya selalu delivery order agar anaknya mau makan, kalau nggak pesan makanan ini anak tersebut ogah makan. Orangtuanya berpikir ya mungkin nggak masalah memberikan makanan favorit anaknya, tapi mereka tidak berpikir jauh apa akibat yang akan ditimbulkan jika terus-terusan mengonsumsi fast food. Dokter juga bilang, makanan yang digoreng dalam minyak banyak dan panas, lalu dipakai berulang-ulang akan menjadi minyak trans, minyak yang jahat buat kesehatan tubuh. Bisa berbahaya untuk kesehatan jantung, ginjal, empedu, hati, lambung, dan organ lainnya. Belum lagi efek lainnya bisa terkena diabetes atau tekanan darah tinggi. Terang saja mendengar penjelasan dokter ini bikin saya tambah waspada alias hati-hati dalam memberikan makanan pada anak.

Mamah saya sendiri suka bilang, “Anak tuh jangan segala dipantrang, makan ini nggak boleh makan itu nggak boleh, brasbres weh meh kuat tubuhna (maksudnya makan apa sajalah yang masuk biar tubuhnya kuat.” Kalau dibilang sayanya yang terlalu lebay dalam memilih makanan buat anak mungkin iya, mungkin juga sayanya yang tergolong picky eater buat si kecil. Bukan bermaksud segala melarang ini itu juga buat dimakan, hanya saja kita harus aware terhadap makanan yang masuk ke tubuhnya. Buat anak mah apalagi buat gaya hidup sehat saya akan memberikan makanan yang terbaik apalagi pada momen liburan, jangan sampai fokus pada tempat liburannya sementara asupan makanannya nggak diperhatikan. Bukankah melihat pertumbuhan dan perkembangan si kecil dengan sehat dan ceria itu bahagia yang tak bisa dibayar oleh apapun? Dari sanalah, setiap saya bepergian kemana pun, saya lebih baik bersusah payah dulu menyiapkan menu makanan perbekalan si kecil yang dibuat sendiri alias homade. Rasanya lebih tenang, jika ada makanan yang digoreng, cukup menggunakan minyak sekali pakai, perhatikan juga asupan sayuran dan buah-buahannya, jangan sampai dikasih cemilan berupa snack dengan kandungan MSG yang tinggi.

Kita bisa berkreasi dengan sayuran dan buah-buahan ini, bisa disisipkan menjadi camilan atau dijadikan puding. Sebelum berlibur, camilan ini bisa kita persiapkan beberapa hari sebelumnya dan menyimpannya di kulkas. Obat panas menjadi benda wajib yang harus dibawa karena kita nggak pernah tahu kapan demam akan datang, secara demam suka tiba-tiba muncul.

Empat tahun lalu sih pernah ngajak liburan si cikal ke Ancol. Barang yang saya siapkan ketika berlibur waktu itu adalah baju ganti, obat panas, dan bekal yang cukup buat anak, karena ke Ancol memang rencananya pulang pergi, Bandung-Jakarta saja, nggak sampai nginep. Untuk pertama kalinya dia ke Seaworld, melihat ikan laut sampai terbengong-bengong saking takjubnya, siang harinya makan di Bandar Djakarta, kepiting lada hitam juaranya di tempat makan ini, sore harinya ke pantai melihat matahari terbenam, so sweet ....

alt Waktu liburan ke Ancol bareng si cikal, Arezky
Waktu liburan ke Ancol bareng si cikal, Arezky
Kini, liburan buat anak-anak nggak perlu pergi ke tempat jauh. Mereka seringnya minta main ke taman, melihat anak-anak berlarian naik turun tangga atau sekedar menyaksikan air mancur yang muncul di jam-jam tertentu, main ke lapangan Alun-alun, ke mall maen mandi bola dengan syarat tetap menomorsatukan kebersihan arena bermain, atau cukup menghabiskan waktu liburan di rumah aja nggak kemana-mana. Di rumah kita bisa nonton DVD film favorit, bikin kue, atau masak menu hasil request anak-anak dan suami. Yang penting kualitas liburan dari segala rutinitaa--rutinitas yang membosankan, saatnya meluangkan waktu bersama anak-anak, sisihkan dulu gadget, laptop, dan pekerjaan rutin.

“Mih, Aa lagi bosen nih di rumah, Senin sampai Jumat kan belajar terus, pengen liburan dong hari Sabtu atau Minggu, maen ke yang dekat-dekat aja, pengennya ke Alun-alun Bandung atau nginep di rumah nenek di Antapani,” rengek si cikal suatu hari.

“Ke Alun-alun boleh tuh, hari Sabtu ya, biar di sananya juga ramai kalau malam Minggu, di Jalan Asia Afrika suka banyak orang juga yang lagi maen,” ujar saya seraya mengiyakan.

“Asiiik ke Alun-alun, jangan lupa sambil bawa bola dan bekal ya, Mih, nanti kita botram juga di sana,” pintanya.

“Siaaappp, Kapten! Mudah-mudahan cuacanya lagi bagus ya, nggak ujan, kalian juga pada sehat, semuanya sehat biar bisa main. Kalau ada salah satu yang sakit kan bisa dipending lagi kaya minggu lalu, badan Aa-nya demam, eh Al giginya sakit karena gigi gerahamnya tumbuh. Oh iya, Aa sama adek maunya bekal apa? Kita liat foto-foto makanan yang pernah kita buat yuk, ntar Mamih tinggal eksekusi masak,” jawab saya semangat. Saya memang sengaja selalu mendokumentasikan foto-foto makanan buat anak-anak. Hal ini dimaksudkan biar mereka tinggal pilih lagi mau menu apa, kalau nggak ada foto banyakannya sering lupa, hihi, kalau liat foto kan tinggal tunjuk aja, lebih simpel.

“Tenang, Mih, kalau Aa demam terus dd Al sakit gigi kan tinggal minum Tempra aja, nggak perlu ke dokter lagi, terus makan sama sayuran dan buah-buahan, sama banyakin minum air putih, kan panasnya jadi cepet turun. Yuk, ah liat-liat foto menu Aa yang pernah Mamih bikin, ” jawab Arezky. 

alt Liburan anak-anak yang ceria
Liburan anak-anak yang ceria

Bekal, botram. Saya memang selalu menyediakan bekal kalau bepergian main. Riweuh sih (baca: rempong), tapi balik lagi, saya ingin memberikan makanan sehat dan enak hasil masakan emaknya yang dimasak dengan penuh cinta dan kasih sayang, dan membiasakan anak-anak supaya nggak jajan sembarangan, serta selalu belajar hidup hemat. Bekal yang disiapkan sebaiknya yang memang anak-anak suka. Menu favorit anak-anak saya di antaranya kroket kentang brokoli, resepnya bisa klik di sini. Ada mie soba saus teriyaki, ayam panggang bungkus tortila, sate ayam, yaki onigiri, sushi nugget, nasi goreng dadar selimut, banana chocolate, bakso ayam goreng, beef teriyaki, chicken tempura, ebi panko, tumis ayam bawang bombay, sandwich ceria, sandwich telur, roti panggang isi keju selai kacang, selainya dibuat sendiri, resepnya bisa di klik di sini, dan masih banyak lagi resep lainnya termasuk puding. Resep menu anak ini baru sedikit yang saya posting di blog, hehe, lain waktu saya akan share lebih banyak lagi menu anak-anak, ya.

alt Menu sehat liburan ceria
Menu sehat liburan ceria
Beberapa tips menyediakan menu bekal buat liburan di antaranya pertama, harus eye catching atau menambah minat anak. Jatuh cinta pada pandangan pertamalah kata lainnya. Kalau ketika melihat makanan untuk pertama kalinya aja udah langsung jatuh cinta pasti akan segera tertarik untuk mencicipinya. Tips kedua adalah menu yang populer di kalangan anak-anak. Kita bisa memanfaatkan fast food dan makanan yang sedang trend sebagai ide menyiapkan bekal makanan buat liburan. Buatlah versi makanan yang sehat, alami, dan enak tentunya. Kita bisa membuat menu ala-ala bento seperti kesukaan anak-anak saya nih, tetapi dengan meminimalkan atau menyingkirkan bumbu jadi dan bumbu botolan. Ketiga, mengenyangkan tapi tidak membuat anak kekenyangan. Usahakan kita tidak memberikan porsi makanan bekal yang tanggung—kurang dari porsi yang cukup baginya karena ini hanya akan membuat anak gelisah, marah-marah, dan tidak puas. Sementara jika porsinya berlebihan sampai anak kekenyangan hanya akan membuat anak mengantuk nantinya. Duh, berabe kan kalau lagi asik liburan eh anaknya malah pengen digendong mulu karena mengantuk.

Keempat, makanan harus bergizi, artinya yang sehat dan alami. Alami disini maksudnya menggunakan bahan-bahan segar dan menghindari food additieves sintetis. Zat gizi alami mudah diserap tubuh, sementara zat gizi sintetis tidak mudah terserap oleh tubuh. Bahayanya memberikan makanan kemasan/botolan/instan/sejenisnya dan makanan-minuman yang mengandung food additieves sintetis kepada anak, itu artinya kita telah turut berperan meningkatkan risiko anak kelak mengalami gangguan kesehatan bersifat degeneratif dini akibat adanya gangguan fungsi organ cerna. Di antaranya diabetes, hipertensi, hiperlipidemia yaitu kelebihan kadar kolesterol/tigliserida rendah. 

Yang kelima adalah menghindari gula berlebih. Misalnya dengan membeli donat beli jadi atau roti oles margarin dengan taburan coklat meises merupakan salah satu tindakan yang kurang bijaksana. Kalau mau kita bisa membuat donat kentang atau donat ubi karena donat kentang dibuat dengan bahan utama kentang, sementara tambahan terigu itu jumlahnya terbatas, terigu hanya berperan sebagai medium ragi untuk mengembangkan adonan. Perlu kita ketahui nih, asupan gula berlebih tentunya tidak baik, daya konsentrasi anak akan terganggu, anak juga akan mudah gelisah, selain membuat anak ketagihan makanan/minuman manis, anak juga sudah pastinya akan mengalami penurunan kekebalan tubuh. Sehingga nantinya anak akan mudah sakit, terutama pilek dan demam. Nah, demam ini merupakan pertanda terjadinya infeksi dalam tubuh.

Tips agar liburan si kecil selalu sehat dan ceria
1. Terapkan pola makan dan minum yang sehat
Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, beberapa orangtua seringkali memberikan makanan fast food atau junk food karena lebih terkesan gampang, nggak riweuh, tinggal beli, dan lebih simpel. Buat apa kalau simpel tapi tidak sehat? Ingatlah loh, Moms makanan dan minuman yang dikonsumsi anak itu akan mempengaruhi kondisi tubuhnya. Makanan yang mengandung serat yang terdapat pada sayuran dan buah baik untuk memperlancar sistem pencernaan si kecil. Sebaiknya buat menu perbekalan yang sehat dan mengandung gizi yang seimbang, ada seratnya dari sayuran dan buah, karbohidrat, proteinnya juga. Diskusikan dengan si kecil ingin membuat menu apa jika akan membuat bekal untuk liburan. Kalaupun terpaksa harus makan di restoran pilihlah tempat makan yang ada menu aman buat si kecil. Untuk minum, selalu sediakan air putih yang cukup untuk si kecil, jangan biasakan anak untuk mengonsumsi minuman bersoda atau berkadar gula tinggi seperti soft drink atau air sirup. Tahukah Anda bahwa minuman bersoda jika dikonsumsi secara berlebihan akan mengurangi penyerapan kalsium dalam tubuh. 

2. Istirahat dan tidur yang cukup
Sebelum berlibur, usahakan agar kondisi si kecil cukup istirahat dan tidur supaya dia nggak rewel. Istirahat yang cukup akan membuat anak ceria dan bahagia. Biasanya kalau anak kurang tidur dia akan cenderung rewel.

3. Selalu menjaga kebersihan tangan
Jika kita mengajak anak-anak ke mall, pantai, taman, ke mana pun, anak akan banyak memegang benda di sekitarnya yang tanpa disadari secara berulang-ulang selalu disentuh. Sebelum dan sesudah makan, setelah bersin, setelah memegang binatang, cucilah tangan terlebih dahulu dengan air mengalir, gunakan sabun antiseptic juga supaya lebih bersih. Sediakan tisu basah juga ketika bepergian, tisu basah bisa digunakan ketika tak ada air untuk cuci tangan.

4. Usahakan untuk tidak menyentuh wajah
Menyentuh wajah sangat rentan terkena virus karena melalui mulut, hidung, atau matalah virus bisa menular. Menyentuh wajah ditakutkan anak akan tertular jika bersentuhan dengan orang yang tengah sakit, syukur-syukur sih yang menyentuhnya sehat ya.

5. Sediakan obat panas ketika liburan
Beruntung banget punya dokter anak langganan yang baik hati. Beliau selalu menyarankan saya agar tidak langsung cepat-cepat membawa anak ke dokter ketika kondisi anak demam. “Berikan obat penurun panas dulu, pake Tempra deh, aman banget buat anak, rasanya juga pasti anak-anak suka, ada rasa jeruk ada rasa anggur, nggak bikin eneg, perhatikan juga asupan makanan yang masuk, harus ada sayuran dan buah-buahan, karena kondisinya lagi sakit nggak perlu dipaksakan harus makan banyak, makan dikit-dikit nggak masalah yang penting ada makanan bergizi yang masuk. Minum air putih yang banyak biar nggak dehidrasi,” begitu kata dokter. Berhubung anak cikal saya sekarang usianya sudah 7,5 tahun, dia minum Tempra Forte rasa jeruk, sedangkan Al karena usianya baru 3,5 tahun, dia minumnya Tempra rasa anggur. Sekarang mah kalau anak demam nggak pake panik-panik deh, udah tenang ada Tempra 

Varian rasa Tempra Paracetamol
Dulu, tiap anak demam, kalau mamah saya selalu menyarankan agar saya memarut bawang merah, itu pun harus bawang merah tunggal (sampai sekarang masih belum ngerti dan tahu persis yang bagaimana yang namanya bawang merah tunggal, hihi) lalu tambahkan sedikit kayu putih atau minyak telon, balurkan ke seluruh tubuh anak. Teknik ini konon katanya bisa menurunkan demam pada anak juga. Tapi berdasarkan pengalaman, cara ini tidak selalu berhasil buat anak saya. Pernah sih berhasil tapi itu pun cuma sekali. Ujung-ujungnya tetap minum obat penurun panas. Cara lain yang pernah dilakukan untuk meredakan panas adalah dengan metode skin to skin, jadi si ibu dan anak saling berpelukan gitu tanpa baju, panas anak akan transfer ke si ibu, tapi bukan berarti ibunya yang jadi demam, ibunya akan baik-baik saja. Konon, cara ini terbilang efektif menurunkan panas, ketika anak dan ibu berpelukan, si anak akan merasakan rasa nyaman dan tenang karena merasakan detak jantung ibunya dan katanya lagi seorang anak yang sering mendapatkan pelukan hangat dari orangtuanya akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan penuh percaya diri. Menurut sumber yang saya baca, pelukan orangtua terhadap anak sebaiknya dilakukan delapan kali per hari, loh 

Pernah juga sih melakukan hal konyol untuk menurunkan panas anak, hihi. Jadi berdasarkan saran dari saudara yang dari Palembang, dia tuh kalau abis bawa anaknya imunisasi ke dokter, begitu pulang ke rumah, seluruh baju atasan, bawahan, dan pakaian dalam anak harus langsung direndam air agak panas, si anak langsung dipakaikan baju ganti, hal ini supaya anak tidak akan demam seusai imunisasi. Menurutku sih, tentu saja ini mitos, hehe. Nggak ada hubungannya antara demam dengan merendam baju si kecil.
IBX58BCE5AE39DDA

Tim Dapurnulekker

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Blogger Perempuan
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic